yanupamungkas











{20 Mei 2012}   hari ini aku bersyukur!

Dengan segala rakhmat yang aku terima sampai hari ini aku sangat ingin bersyukur dikelilingi keluarga temen2 kuliah temen maen yang sangat care sama seorang yanu.Tidak terduga begitu besar kontribusi mereka dlm hidupku sehingga aku tidak merasa sendiri dalam suka maupun duka.Slalu bersyukur slalu membuatku diberi kemudahan dalam setiap kesulitanku dan aku percaya itu.

Hari ini aku bangun pagi di hari minggu seperti biasa rutinitasku yaitu ke kampus pagi_pagi untuk kuliah.Yup bagaimanapun aku harus slalu semangat untuk meraih cita_citaku dan bagaimanapun segala kesulitan akan ku hadapi untuk meraihnya.Detik ini aku sedang berada diantara mereka seperjuangan denganku diantara lelah bekerja masih ada semangat untuk meraih cita_cita demi masa depan dan aku senang berada diantara mereka.Alhamdulillah ya Allah:)



{19 Mei 2012}   apa artinya ‘Sabar’?

 

S A B A R

S = Seneng = suka

A = Angapura = memberi ampun

B = Bakal/ baut = akan – pinter

A = Antuk = mendapatkan

R = Rahayu = selamat/ kebahagiaan

Sabar : apa arti yang sesungguhnya?, apa definisi dari sabar?

Memang mudah diucapkan, tapi sukar dilakukan dan kata-kata sabar bisa ditrapkan dimana saja.

Kalau dari pendapat saya, Sabar ialah suatu istilah yang dapat ditrapkan dimana yang berarti ‘Baik’

Orang dapat ‘cap’ baik. Ini berarti sudah ‘top’ yang artinya dalam apa saja, selalu terpuji terutama mengenai memaafkan kesalahan orang lain 100% ini artinya meniadakan kesalahan-kesalahan orang lain, atau ‘Menempatkan orang yang bersalah pada tempat sebelum dia berbuat salah’ inilah yang disebut mengampuni.

Pada Doa Bapa Kami dikatakan : ‘Seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami’ suatu kesanggupan kepada Tuhan yang disebutkan dalam doa dan harus ditepati, dan Menghilangkan kesalahan orang lain berarti mengurangi bebannya sendiri.

Sedangkan saya sudah pernah mengatakan bahwa janji mengampuni orang lain itu bila tidak dijalankan sngguh dosa, sebab dalam doa Bapa Kami, kita sudah berjanji kepada Tuhan.

Inilah ‘mengampuni’ yang bertalian erat dengan kata-kata ‘sabar’

Sabar itu berarti ‘Menerima apa adanya’, narima ing pandum dan tanpa mengeluh.

Sabar yang berarti ‘baik dalam segala hal’ terutama “Ucapan”.



Buat proses belajar anak jadi lebih menyenangkan
Artikel Terkait:

 - Setiap orangtua pasti ingin punya anak yang pandai. Namun selama ini orangtua lebih mengutamakan kepandaian kognitif, padahal kecerdasan emosional dan character building juga tidak kalah penting. Bahkan, pembentukan karakter dan kecerdasan emosional sebaiknya sudah dilakukan saat anak berusia 3-7 tahun.

Orangtua bisa menstimulasi kecerdasan emosional anak dengan cara mendongeng. Karena, proses dalam mendongeng juga bisa membantu anak meningkatkan kecerdasan emosional sekaligus merangsang kecerdasan kognitif mereka. Dongeng juga bersifat fleksibel, karena materinya tidak harus dari buku-buku cerita.

“Selain berupa cerita tentang lingkungan, atau nilai-nilai moral, dongeng juga bisa menjadi alternatif cara untuk memelajari materi pelajaran di sekolah,” tukas pendongeng Awam Prakoso, saat talkshow di Hongkong Cafe, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dengan sedikit kreativitas dan imajinasi, orang tua bisa membantu anak mengerjakan pekerjaan rumah dengan cara yang lebih menyenangkan melalui dongeng. Ditambahkan Awam, karena pada dasarnya semua orang suka bercerita, maka sebenarnya proses mendongeng ini bisa dilakukan oleh semua orang.

“Semua jenis materi pelajaran bisa didongengkan, misalnya pelajaran matematika, bahasa, sampai pelajaran kebudayaan,” tukas pendongeng dari Kampoeng Dongeng ini.  Misalnya saat belajar penjumlahan matematika, orangtua bisa membantu si kecil untuk berimajinasi dengan karakter binatang yang ada di hutan dan menjumlahkan semua binatangnya.

Menurut penelitian, situasi belajar yang terlalu serius akan membuat anak menjadi stres dan menyebabkan kapasitas otak anak untuk menyerap pelajaranmenurun sebesar 25 persen. Karena itu cara belajar yang menyenangkan dapat membantu anak terbebas dari stres akibat tekanan belajar yang mereka alami.

“Setelah seharian belajar di sekolah, di rumah mereka harus rileks agar tidak stres dan depresi,” tukas psikolog anak Efnie Indrianie, MPsi, dalam kesempatan yang sama.

Ditambahkan Efnie, salah satu kunci sukses untuk mendidik anak menjadi pandai dan kreatif adalah dengan membuat situasi belajar terasa menyenangkan dan membuat mereka gembira. Namun, belajar yang dimaksud bukan sekadar memelajari materi pelajaran, melainkan semua proses belajar yang dibutuhkan anak dalam pertumbuhannya, termasuk bermain.

“Pola pikir anak terhadap segala sesuatu masih abstrak sehingga mereka butuh situasi yang fun untuk belajar, agar lebih mudah memahami maksudnya,” jelasnya.

Untuk menghindari ketergantungan anak pada proses belajar dengan cara dongeng, Efnie menyarankan agar porsi untuk belajar kreatif melalui dongeng dan proses belajar yang sebenarnya disesuaikan. “Proses belajar kreatif bisa dilakukan selama 20 menit saja setelah makan malam. Sisanya, biarkan mereka belajar dengan cara yang biasa,” sarannya.



“Apakah perjuangan ini benar-benar relevan saat ini? Sebab bagaimana pun, perempuan telah memiliki banyak hak demokratisnya – pendidikan, pekerjaan, otoritas, dll – sekarang. Dan bukankah benar, bahwa kita saat ini telah memiliki presiden, perdana menteri, dan pemimpin politik perempuan yang kuat?”

 

Kita telah memiliki perempuan yang berperan diberbagai profesi, seperti diplomat, dokter, insinyur, pengacara, profesor, dll. Lalu apa masalahnya dan apakah kita masih membutuhkan feminisme? Walau perempuan telah menjadi bagian aktif dalam kekuatan kerja, dan bahkan sebagian telah mandiri secara ekonomi, masih ada para perempuan yang tetap saja mendapat upah rendah, itu pun jika mereka dibayar. Bahkan bila sebagian dari mereka yang telah mandiri berada di posisi “atas”, hanya sedikit yang duduk dalam posisi pemegang keputusan atau eksekutif atau manajerial. Dan bilapun ada beberapa perempuan memegang posisi penting, umumnya mereka masih berpikir untuk bertindak berdasarkan sistem patriarkhi atau karena laki-laki yang mengukungnya.

 

Setiap tanggal 21 April di Indonesia dirayakan sebagai Hari Kartini. Namun, sering dengan pengaburan sejarah, pokok-pokok perjuangan Kartini juga turut disamarkan. Dari yang mempejuangkan kemerdekaan dan menuntut kebebasan perempuan untuk memilih dalam hidup, tersamarkan oleh bias-bias gender yang terpasung dalam kungkungan Kapitalisme. Perayaan hari kelahiran Kartini pun hanya sekedar seremonial bagi perempuan; mengenakan konde dan kebaya serta ikut dalam seminar dihotel berbintang yang bertemakan emansipasi, tapi tidak terdengar alunan untuk memperbaiki negara! Padahal mayoritas perempuan ada dipabrik-pabrik, kampung-kampung dan pemukiman rakyat miskin lainnya.

Persoalan mendesak kaum perempuan saat ini diseluruh dunia (Indonesia secara khusus) adalah “kemiskinan” (neoliberalisme) dan perang terhadap terorisme (militerisme), yang jalin menjalin dengan bertahannya sisa-sisa feodalisme demi keberlangsungan kapitalisme. Pemotongan besar-besaran jaminan sosial; pendidikan dan tunjangan kesehatan dinegara-negara berkembang, menghancurkan kaum perempuan. Lewat pembenaran hukum-hukum ideologi patriarkhi, persoalan ekonomi yang menindas kaum perempuan, seperti mendorong perempuan pada peranan isteri yang baik atau patuh dan buruh yang murah. Kebanyakan perempuan pekerja merupakan “pembantu” keluarga, atau bekerja di sektor informal dengan penghasilan sangat kecil. Perempuan adalah orang terakhir yang dipekerjakan, namun orang pertama yang diberhentikan (dipecat). Semakin cepat unit-unit industri termekanisasi dan termodernisasi, posisi perempuan pekerja akan digantikan dengan mesin-mesin dan “di lempar” dari pekerjaannya. Di seluruh negara-negara, dan didalam segala bidang, perempuan berada dibelakang pria. Inilah yang harus didobrak oleh perempuan Indonesia!

Perjuangan pembebasan memiliki persoalan reorganisasi total masyarakat mulai dari unit terkecil yang represif yaitu keluarga sampai yang lebih besar yaitu negara. Gerakan perempuan (feminis) harus berani ‘pindah ke lain hati’, berpindah pada ideologi yang berpihak pada rakyat tertindas (kerakyatan), pada moyoritas perempuan yang tertindas. Gerakan perempuan harus mengikis gerakan sektarian tentang isu-isu perempuan semata, sebab persoalan yang dihadapi kaum tertindas adalah sama karena penindasan tidak mengenal jenis kelamin apakah laki-laki atau perempuan. Gerakan perempuan harus bersifat partisan berubah menjadi gerakan politik, meninggalkan gerakan moral. Gerakan politik tujuannya jelas; mengubah sistem yang menindas, dan itu hanya bisa dilakukan dengan alat politik yang layak yaitu organisasi politik.

Agar kaum perempuan dapat turut serta dalam proses-proses pengambilan keputusan (berpolitik) baik dalam wilayah formal maupun informal, maka kaum perempuan harus; punya cita-cita agar terjadi perubahan untuk masa depan yang lebih baik bagi kehidupan ini terutama bagi perempuan. Mungkin tidak sekarang, tidak untuk kita, melainkan untuk saudara perempuan, anak perempuan dan cucu perempuan kita kelak. Bangkitkan perlawanan hingga terwujudnya sebuah pemerintahan dan sistem alternatif diluar neoliberalisme harus diwujudkan, dan kaum perempuan berada di barisan terdepan



Membicarakan soal perempuan merupakan topik yang selalu menarik, hangat dan seringkali memiliki “daya-magis” tersendiri. Berdaya tarik, karena kaum perempuan kerap menawarkan pesona kondrati yang tidak pernah akan pudar. Tidak hanya berputar di sekitar kecantikan, feminimisme, sensualitas atau pesona eksotik yang terkadang penuh hura-hura. Namun telah tumbuhnya kesadaran akan pentingnya kemandirian untuk memainkan peranannya yang lebih berarti dalam pembangunan.

Hasil jerih payah dan semangat juang R.A. Kartini, rupanya telah berbuah ranum. Karena semakin menawarkan dimensi baru terhadap kecenderungan kaum perempuan untuk berkiprah di seluruh sektor kehidupan masyarakat. Hobi atau kebiasaan yang digeluti kaum lelaki, kini mulai dijamah perempuan. Mulai dari tinju, gulat, sepak bola, biliar, hingga kiprahnya di bidang bisnis dan politik dan puncaknya menyabet posisi kepala negara. Hebat memang.

Pelbagai hasil dan kemajuan perempuan itu, tentu berawal dari konsep emansipasi yang begitu gegap gempita secara intens diperjuangkan. Ini sesungguhnya memberi isyarat bagi perempuan untuk semakin memacu diri mengembangkan intelektual, kreativitas, potensi, kemandirian dan citra dirinya. Karena seluruh peluang rasanya sudah terkuak lebar.

Kita mafhum. Perempuan bukan lah makhluk yang berdiri sendiri dalam kehidupan sosial. Semua pihak telah semakin sadar dan terbuka untuk mengakui potensi perempuan dalam menuangkan konsep-konsepnya dan menjabarkan gagasannya, agar andilnya dapat berkembang secara wajar dalam mengisi pembangunan.

Namun demikian, kaum perempuan pun harus sadar pula bahwa dirinya tidak sekedar aset pembangunan yang dipandang potensial, namun juga sebagai subyek pembangunan. Karena itu kiprahnya dalam pembangunan tetap diukur pada seberapa besar kualitas dari sikap, pendapat dan prilaku yang dimilikinya. Artinya jangan hanya menuntut hak, kedudukan atau jabatan, padahal kemampuannya dan ketangguhannya masih belum bisa diperhitungkan.

Gambaran emansipasi perempuan, bukan lah untuk membuat tekuk letut kaum lelaki, melalui senjata semacam kerlingan. Bukan mengumbar berbagai tuntutan hak secara membabi buta yang bisa “membutakan” kaum pria. Bukan pula untuk meraih hak persamaan yang kerap didengang-dengungkan sebagai gerakan “woman libs” atau gerakan keadilan gender hasil produk dunia barat. Tetapi aktualisasi emansipasi kaum perempuan kini adalah bagaimana agar kehadirannya mampu pula menghasilkan konsep-konsep jitu dan realistis di pelbagai aspek kehidupan masyarakat.

Amanat pembangunan yang dirumuskan melalui Pokok-Pokok Kebijaksanaan Pengembangan Peranan Perempuan dalam pembangunan, antara lain disebutkan, bahwa kedudukan perempuan dalam pembangunan perlu terus ditingkatkan dan diarahkan agar lebih mampu memberi andil sebesar-besarnya dalam pembangunan, sesuai kodrat, harkat dan martabatnya sebagai perempuan.

Masalahnya kini terpulang pada kaum perempuannya sendiri, apakah setiap peluang yang terkuak lebar itu mampu dimanfaatkan seoptimal mungkin. Apakah kaum perempuan sudah cukup membekali diri, baik secara fisik, mental, sosial dan intelektual untuk berpacu dan berpacu terus dengan setiap tantangan yang bakal dihadapinya.

Upaya mengaktualisir

Memang benar, inspirasi yang dibangkitkan R.A. Kartini ibarat api yang membara dalam sekam. Terus menerus berkobar, memancarkan cahaya dan citra diri kaum perempuan Indonesia. Sudah tidak aneh lagi, setiap organisasi mempunyai departemen atau seksi khusus yang menampung aspirasi kaum perempuan, sebagai salah satu wahana untuk mengembangkan potensi dan kemandiriannya.

Kita tak perlu menutup mata bahwa kesadaran akan hak dan kewajiban perempuan mulai tumbuh subur. Bangkit secara pasti, menuai citra dirinya sebagai “tiang negara”. Kondisi ini dimungkinkan oleh semakin meningkatnya tingkat pendidikan dan pengetahuannya. Ini berarti pula modal dasar untuk mengembangkan kemandirian sesungguhnya telah ada. Oleh karena itu, ia harus memiliki pilihan profesi yang jelas dalam andilnya terhadap pembangunan. Bahkan harus terpanggil pula untuk meleburkan diri dalam pengabdian bagi saudara sekaumnya yang bernasib kurang beruntung.

Budaya kita telah bergulir. Tidak lagi memandang perempuan sebagai makhluk yang harus dijajah atau dijadikan sangkar madu. Namun telah memberi tempat terhormat pada kedudukannya. Bahkan menghargai sepenuhnya peranan perempuan dan ibu yang bersifat kodrati. Penghormatan seperti ini, memang bukan berarti harus mengurangi tanggung jawab kaum pria dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat. Tapi justru sebagai dampak kemajuan sekaligus buah pembangunan.

Modernisasi tampak jelas membawa dampak nyata bagi kaum perempuan. Memberikan konsekuensi semakin beratnya tanggung jawab yang harus dipikul. Di satu sisi tetap harus membina kehidupan rumah tangga sebagai tanggung jawabnya yang terpenting. Namun di sisi lain dituntut peran nyata dan komitmennya dalam mendorong kemajuan.

Seorang tokoh pendidikan nasional, Ki Hadjar Dewantara, mengatakan : Tentang seorang perempuan, maka yang terpenting dan tak boleh kita lupakan atau kita pungkiri adalah kodratnya perempuan. Inilah keadaan nyata yang khas yang sepantasnya sebagai petunjuk jalan bagi sekalian orang yang mempunyai kewajiban memikirkan soal-soal perempuan.

Demikian pula nilai kemandirian seperti yang diwariskan R.A. Kartini, semangat dan idenya tak pernah susut. Ibu Kartini telah memberi makna tersendiri bagi peningkatan derajat kaum perempuan Indonesia. Walau pun harus dilalui dengan simbahan air mata dan penderitaan sangat perih. Oleh karena itu, “Kartini” sekarang mesti dapat membuktikan, bahwa perjuangan beliau memang tidak pernah sia-sia.

Untuk mewujudkan amanat pembangunan, keterlibatan kaum perempuan Indonesia di dalam maupun di luar negeri terus diupayakan. Melalui kerjasama internasional, Indonesia turut berperan aktif melibatkan diri di pelbagai kegiatan perempuan, bahkan diantaranya ada yang diangkat sebagai anggota/anggota ahli, seperti pada Komisi PBB Mengenai Kedudukan Wanita (1982-1986); Pada INSTRAW (International Research and Training Institute for the Advancement of Women) dalam kurun tahun 1984 – 1990; Pada CEDAW (Committee on the Elimination of Discrimanation Against Women); Ketua Tim Penggerak PKK Pusat menjadi anggota senior Women’s Adviser dari Executive Board UNEP.

Sejak Nopember 1998, Pemerintah Indonesia secara tegas menyatakan perang terhadap perdagangan perempuan dan turut menandatangani “The Bangkok Accord and Plan of Action Combat Trafficking in Women”. Sejak saat itu Menko Kesra bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan, melakukan pemberantasan perdagangan perempuan secara intens.

Akhirnya kita boleh berbangga dengan lahirnya putri mutiara Indonesia R.A. Kartini, yang dalam usia muda, saat menginjak usia ke dua puluh, telah mampu mengantisipasi akan lebih baiknya keadaan perempuan Indonesia di masa mendatang.

“Tradisi yang berabad-abad, yang tak dapat dipatahkan begitu saja, membelenggu kami dalam tangan yang kuat. Tapi pada suatu masa tangan itu akan membebaskan kami. Meski itu masih jauh, jauh sekali. Tapi masa itu pasti akan tiba, saya tahu itu, meskipun baru tiga-empat turunan lagi,” begitulah sekelumit ungkapan R.A. Kartini yang ditulis tahun 1889, seabad lebih yang lampau. (http://www.nanasuryana.com tw: @KiGempurMuda



 

 
 

Cream Pemutih Wajah Dari Beras

 

Ekstrak beras dapat membantu dalam meningkatkan produksi kolagen, yang berfungsi untuk meningkatkan elastisitas kulit. Selain 2 kandungan tersebut, beras juga mengandung vitamin E, yang fungsinya dapat menutrisi kulit sehingga tampak lebih muda. Inilah alasan, para putri kerajaan jaman dulu sering membuat ramuan berbahan baku dari beras untuk mempercantik kulitnya.

Nah, berikut adalah cara membuat masker dari beras :

Bahan-bahan yang diperlukan :

    1. Beras 3 sendok makan

 

  1. Madu secukupnya untuk mengentalkan beras

Cara membuat:

    1. Rendam beras selama semalam.

 

    1. Tumbuk sampai halus hingga menjadi bubuk.

 

  1. Jemur hingga kering.

Cara memakai:
Bubuk beras yang telah dijemur dan kering dicampur sedikit madu. Aduk hingga rata, setelah itu gunakan sebagai masker pada seluruh wajah (hindari seputar mata). Diamkan sekitar 20 menit, bila telah selesai bilas dengan air dingin. (Sumber Tabloid Nova, Kompas, Cream Anisa)

Itulah cara membuat masker pemutih kulit wajah dari beras, setidaknya jika dilihat dari bahannya tentu tidak ada kimia didalamnya. Namun dalam memilih beras untuk bahan masker ini, akan sangat lebih baik jika menggunakan beras organik, karena faktanya memang beras non organik banyak mengandung kimia (pestisida).



{5 April 2012}   Merokok itu apa kerennya??

Dimana sebenarnya letak kekerenan saat merokok?
apakah saat menepuk-nepuk rokok biar padat?
apakah saat membuka pita bea cukainya?
apakah saat menghidupkan dan mengepulkan asapnya?
apakah saat mampu melinting dengan satu tangan? Haha, menyedihkan sekali

saya setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa orang yang merokok itu sebenarnya jiwanya sudah terganggu. Jiwanya sudah tidak sehat lagi akibatnya ia tidak bisa berpikir apa yang terbaik bagi kesehatannya sendiri.
mereka menyadari apa yang bisa diakibatkan oleh ketololan mereka dengan tetap mengkonsumsi rokok walaupun sudah tau akibatnya, namun seakan diacuhkan hanya demi apa?
apakah hanya demi label keren itu?
Perokok itu mempunyai sifat-sifat buruk lain yang akibatnya dirasakan juga oleh sekitarnya. sebagai contoh mereka itu egois, karena secara tidak langsung merusak orang yang tidak merokok di sekitarnya melalui asap yg dengan seenak mulutnya dihembuskan

Tetapi tak jarang juga perokok berkelit dengan mengatakan “Toh kami sudah merokok pada tempatnya kan?, “kesehatan, umur dan nyawa ditangan Tuhan”.
Hey,,, sadarrr. Tuhan memberikan kita tubuh bukan untuk dirusak tetapi dijaga agar pada akhirnya kita mampu mempertanggungjawabkannya di akherat. Fasilitas yang disediakan itu juga bukan gratis, kalian sudah menambah beban biaya negara untuk hal yang ga berguna seperti fasilitas smoking area.

sebagai penutup mungkin gambar ini mampu memberikan kondisi tubuh anda perokok sekarang atau pun dimasa depan, selamat menikmati “kerennya” kalian dalam berteman dengan penyakit.

13334538671897607375

Ini penampakan sekilas.

133345398391009307013334541721863722898

ini penampakan dekat kondisi paru-paru dan diakhiri dengan manis oleh penderitaan tak berujung.



Bimbingan-bimbingan belajar sudah ada sejak dulu. Jaman saya dulu waktu masih duduk di bangku sekolah, tidak sedikit dari teman-teman saya yang diantar les oleh orang tua mereka sepulang sekolah, tidak jarang sampai larut malam. Saya tidak mempunyai kapasitas untuk menilai seberapa signifikan atau manjur bimbingan belajar, karena itu berbeda-beda hasilnya tergantung oleh banyak faktor, dan saya sendiri belum pernah ikut bimbingan belajar untuk pelajaran sekolah.

Kebanyakan siswa-siswi ikut les bimbingan belajar baik privat (di rumah 1 guru 1 murid) ataupun di tempat les. Adanya isu bahwa bertambahnya jumlah murid yang ikut les di luar sekolah menandakan bahwa sekolah belum memadai keperluan siswa dalam mendapatkan dan mengerti isi pelajaran. Siswa-siswa mungkin menjadi sering tidur di dalam kelas baik karena kelelahan setelah hari sebelumnya yang diisi dengan les sampai malam, dan mereka berpikir, toh juga akan dijelaskan lagi di tempat les, jadi tidur aja wis. Jadinya, tempat les mungkin berubah menjadi sekolah, dan sebaliknya. Sekarang, karena lumrah nya hal tersebut terjadi, para guru di kelas akan dibuat sedikit mumet akan perilaku murid yang tidur di kelas ini, apapun alasannya karena dari pandangan pendidik itu tidak benar, karena itu merugikan suasana di kelas, keadaan itu jelas mempengaruhi mood belajar murid-murid yang serius mendengarkan di kelas (menghandalkan sekolah saja) karena tidak les. Tetapi ada juga guru yang mengerti dan membiarkan murid tidur di kelas asal tidak menganggu jalannya proses belajar mengajar di kelas alias ribut. Tidak jarang loh, murid yang tidur di kelas karena les, walaupun nilainya tidak bagus sekali, tetapi, untuk murid yang langganan tidur di kelas seperti ini sudah cukup bagus, bayangkan kalau mereka mau mendengarkan saja di kelas. Toh, kalaupun tidur, kalau nilai bagus karena ikut les, nama sekolah juga naik rankingnya. Jadi, tidak ada ruginya bagi sekolah. Alangkah baiknya, si pemodal dan mampu les untuk membagi ilmu nya kepada si kecil yang tidak mampu les, dengan cara membagi cara cepat mendapatkan solusi, cara lain mencari jawaban, cara lain menghapal informasi, apalah yang diberikan ketika les.



Dulu ketika kita masih kecil, yang kita inginkan hanyalah bermain dan bermain tak mau tau urusan orang, yang penting apa yang kita inginkan terpenuhi, kalaupun tidak terpenuhi biasanya kita mewek/menangis, itu adalah suatu kewajaran ketika kita masih kecil, karena itu memang proses pertumbuhan dan perkembangan, kita tak bisa mengelak dan kita tak bisa membohonginya, mungkin ketika kita kita sudah menginjak dewasa dan kejadian-kejadian di masa lampau itu didokumentasikan, maka kitapun akan tersipu malu dan tertawa dengan sendirinya, karena keunikan dan kelucuan bahkan keluguan kita waktu itu. Namun itulah hidup semua ada masanya.

Setelah masa kekanak-kanakan, dengan beriringnya sang waktu kitapun tumbuh dan berkembang menjadi individu yang lebih dewasa, namun belum masuk pada kategori dewasa, atau lebih condong kepada proses menuju pada ABG. Dimasa ini kita sudah menginjakkan kaki di dunia pendidikan yaitu pendidikan dasar(SD) masa-masa ini kita juga mesih senang dengan bermain dengan teman-teman sebaya kita, karena pada masa ini memang membuncahnya emosi kita untuk bermain, bahkan terkadang juga sampai lupa waktu, dan kebanyakan orang tua mencari anaknya itu ketika masa-masa ini, karena masih suka ngeluyur tanpa adanya pemberitahuan kepa orang tua dan parahnya lagi sampai lupa pulang kerumah, Dan kitapun tak mau disalahkan seandainya orang tua mencari-cari keberadaan kita karena memang masih relative kecil.

Setelah masa proses menuju ABG adalah ABG yang sesungguhnya, proses menuju dewasa, dimana masa ini kita sangat rentan dan sangat sensitive dengan lingkungan sekitar kita, masa dimana serba ingin tahu, suka mencoba-coba hal yang belum di ketahui, masa dimana hidup kita sangat labil sekali. dan masa ABG ini peran semua pihak sangat di harapkan, baik dari keluarga teman, saudara dan yang paling penting adalah lingkungan dimana kita berada, bukan bermaksud pilih-pilih dan mendiskriminasikan yang lain, karena kita juga harus berhati-hati dalam melangkah, mungkin kalau kita mempunyai jiwa yang kuat, berkumpul dengan siapapun kita tak akan terjerumus dan ikut terseret kedunia yang tak jelas arahnya, kita juga harus bisa mengukur seberapa mampukah diri kita menahan gempuran dari luar, kalau kita merasa mampu,its ok no problem, tapi kalau kita belum mampu, lebih baik kita menjaga diri kita dari segala hal yang bisa membahayakan diri kita, maka dari itu dimasa ABG kita harus sepandai-pandai mungkin dalam bersikap. Di masa ini memang godaan selalu datang, mungkin masalah tersebut datang dari teman atau bahkan dari kecerobohan kita sendiri, misalnya ada teman yang mengatakan “ah anak muda muda kog nggak gaul…!!! cemen”. Biasanya kecerobohan dan kesalahan kita timbul gara-gara ucapan tersebut, dan ada juga yang bersumber dari ajakan teman untuk melakukan ini itu dsb, maka saat kondisi seperti ini kita dihadapkan pada perkara yang sungkan bahkan sulit kita tolak, maka saat itu pula lagi-lagi, pandai-pandailah dalam bersikap….

Selanjutnya, Setelah masa ABG ialah masa pendewasaan fisik, mental, jiwa dan raga. Dimasa ini kita sudah di tuntut untuk bisa berfikir dengan matang, meski terkadang kelabilan kita masih terlihat jelas. Dimasa ini sudah bukan saatnya lagi kita mengandalkan peran orang tua dalam berbagai hal, karena kita sudah dituntut untuk bisa mandiri, dan biasanya masa seperti ini anak lebih suka menetukan pilihannya melalui pertimbangan dan pemikirannya sendiri dari pada terus-terusan dicampuri orang tua, meski pada akhirnya rujukan terakhir adalah orang tuanya. Untuk ikut membimbing dan mengarahkan bagaimana yang tepat dan bagaimana yang pas. Karena memang pepatah mengatakan orang tua itu sudah banyak makan asam garam kehidupan, meskipun mereka hanya mengenyam pendidikan sampai SR kalau sekarang SD. Tapi memang terbukti, pemikiran dan pertimbangan orang tua itu lebih mengena dan pas sebagai acuan dalam menyelesaikan masalah.
Semoga kita menjadi orang yang tumbuh dan berkembang dengan baik



{17 Maret 2012}   Proposal Hidup

Proposal Hidup (1)

Saya punya kebiasaan sejak kecil yang berdampak besar dalam kehidupan saya, yaitu membuat Proposal Hidup.  Dari semua yang saya tulis di Proposal Hidup hampir semua mewujud dalam kenyataan. Pada awalnya ada orang yang meremehkan dan menghina  apa yang saya tulis, tapi saya jawab dengan membuktikannya.

Dari keluarga yang sangat miskin di Lampung, saya bisa mewujudkan mimpi untuk menjadi Insinyur Pertanian dan dosen. Bahkan yang terjadi saat ini, melebihi impian saya sewaktu kecil. Bukan hanya Insinyur Pertanian, saya juga melanjutkan kuliah di Pascasarjana IPB (lulus 2003).  Saat ini saya juga Inspirator SuksesMulia, penulis buku best seller, pengusaha, pengkader wirausaha dan pengkader trainer,  serta penggagas Gerakan SuksesMulia.

Saat inipun saya sedang menjalankan Proposal Hidup yang saya tulis sejak 2004.  Proposal hidup itu telah mengalami beberapa kali revisi yakni pada tahun 2006, 2007 dan 2011.  Semua gerak langkah saya saat ini dalam rangka pencapaian Proposal Hidup yang sudah saya ajukan kepada Allah, Sang Maha Kuasa di Tanah Suci. Hasilnya, semua yang saya ajukan kepada Yang Maha Mendengar ketika saya umroh dan haji (2004, 2006 dan 2007) semuanya terwujud sesuai dengan waktunya, alhamdulillah.

Bagaimana saya membuat Proposal Hidup?

Langkah pertama, saya mencari tahu dan kemudian menuliskan semua kelebihan dan kekuatan yang ada pada diri saya. Beberapa diantaranya kekuatan saya yang jarang dimiliki orang lain adalah pengalaman perjuangan hidup yang saya alami, dimana sejak SMP saya sudah mencari biaya sendiri.  Selain itu, saya juga punya kelebihan dalam hal “story telling”, kemampuan memberdayakan orang-orang tertindas, kemampuan mengkader dan lain sebagainya.

Ternyata dengan menuliskan hal itu, saya semakin bersyukur kepada-Nya.  Saya akhirnya tahu bahwa dengan bersyukur ternyata hidup semakin bahagia.  Sayapun semakin takut membuang waktu percuma, enggan melakukan hal-hal yang tidak memberi manfaat untuk diri dan kebanyakan orang. Dampak lainnya, saya jarang mengeluh dan berpikir negatif.

Nah, sekarang saatnya Anda merenungkan apa kelebihan dan kekuatan Anda yang jarang dimiliki oleh orang lain? Renungkan.  Bila sudah ketemu, ayo segera tulis. Jangan hanya ada di pikiran.. [Eh… bandel ya, ayo tulis kelebihan dan kekuatan Anda sekarang juga].

Bila Anda belum bisa menemukan, waspadalah Anda akan sering kalah bersaing dengan yang lain yang tahu kekuatannya dan memanfaatkan kekuatannya. Jadi segera temukan dan tuliskan, jangan sepelekan hal ini.

Langkah kedua, temukan dan tuliskan prestasi terbaik yang akan Anda capai selama Anda hidup di dunia.  Dengan prestasi ini, orang tua Anda bangga. Pasangan hidup Andapun tidak menyesal mendampingi Anda. Putra-putri Anda penuh percaya diri punya orang tua seperti Anda. Nama Andapun dikenal oleh generasi-generasi setelahnya.  Yang lebih penting lagi, dengan prestasi itu Anda pantas meminta Surga dari-Nya.

Sebagai contoh… Prestasi terbaik saya adalah ingin menginspirasi lima juta orang dan satu juta diantaranya terangkat harkat dan martabatnya.

Apapun yang saya lakukan saat ini dalam rangka mewujudkan impian itu.  Saya menjadi inspirator, menulis buku, mengkader wirausaha, mengkader trainer, membangun perusahaan bahkan menghidupkan Website JA (JamilAzzaini.com) adalah dalam rangka impian itu.  Ternyata, cara inipun menjadikan saya fokus dan mengetahui prioritas.  Semua hal yang berhubungan dengan prestasi yang hendak saya raih adalah prioritas.

Nah, sekarang giliran Anda, tuliskanlah apa prestasi terbaik yang akan Anda torehkan selama hidup di muka bumi? Ingat ya, prestasi terbaik (tertinggi) selama hidup, bukan prestasi tahunan. Tuliskanlah sebanyak-banyaknya kemudian setelah itu rangkumlah menjadi satu kalimat seperti impian saya. Ayo tuliskan! Bila perlu tuliskan di sini agar orang lain tahu dan mendoakan Anda…  Ayo, segera tuliskan sekarang juga prestasi terbaik yang akan Anda torehkan!

Langkah ketiga, keempat, dan kelima akan saya lanjutkan pekan depan. Mengapa? Agar Anda memiliki waktu untuk menuliskan kedua langkah di atas. Jangan tunda, lakukanlah sekarang juga!

Salam SuksesMulia!



dan lain-lain
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.